Sejarah Perjalanan Penggunaan Kanstin

Sejarah Perjalanan Penggunaan Kanstin

Sebuah Perjalanan Perkembangan Material Kanstin Dari Dahulu Hingga Sekarang

Sejarah perjalanan penggunaan kanstin yang menjadi bagian dari salah satu infrastruktur penting terutama untuk konstruksi trotoar. Namun tidak semua orang mengenal bagaimana awalmula dan perkembangan kanstin beton precast hingga saat ini. Maka dari itu PT ANUGERAH DJAYA SENTOSA memberikan sebuah informasi mengenai hal ini. Sebagai salah satu bahan pertimbangan kenapa harus menggunakan material kanstin untuk beberapa hal dalam pekerjaan konstruksi.

Meskipun kanstin telah menjadi bagian dari sejarah modern, dan pertama kali terpasang bahkan pada jaman dahulu kota kuno seperti Pompeii. Penggunaan dan konstruksinya secara luas baru populer pada abad ke-18, ketika upaya untuk meningkatkan keindahan kota mulai menjadi perhatian utama. Pada abad ke-18, serangkaian Undang-Undang Bata Paving, terutama Undang-Undang Paving dan Penerangan tahun 1766. Daru peraturan tersebut memberikan wewenang kepada Perusahaan Kota London untuk membuat jalan setapak sepanjang jalan-jalan London. Mereka mengaspalnya dengan batu Purbeck dan meninggikannya pada permukaan jalan dengan pembatas yang membentuk pemisah.

Korporasi ini juga bertanggung jawab atas pemeliharaan rutin jalan-jalan, termasuk pembersihan dan perbaikan, serta mereka memungut pajak mulai tahun 1766. Sebelumnya, pancang-pancang kayu kecil terpsang untuk membatasi area jalan yang khusus bagi pejalan kaki. Namun, pada akhir abad ke-18, penggunaan kanstin secara bertahap menggantikan metode ini sebagai pemisah pejalan kaki dari jalur lalu lintas. Dengan diperkenalkannya jalan makadam pada awal abad ke-19, penganstinan menjadi umum untuk jalanan London.

Fungsi dan Manfaat Kanstin Untuk Ruang Publik

Penggunaan kanstin dalam pembatas trotoar telah menjadi faktor penentu dalam meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas fisik pada ruang publik. Ini mengurangi risiko orang dengan disabilitas fisik tertentu jatuh ke jalan raya karena mereka terhalang oleh kanstin. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1945, Jack Fisher dari Kalamazoo, Michigan, memasang salah satu kanstin pertama untuk negara tersebut, membuka jalan bagi mobilitas yang lebih baik untuk pusat kota.

Sejarah Perjalanan Penggunaan Kanstin dan Lahirnya Undang-Undang Federal Untuk Hal Ini

Untuk negara seperti Amerika Serikat, aktivisme dan pengesahan undang-undang federal seperti Undang-Undang Penyandang Disabilitas Amerika tahun 1990 (ADA). Mereka telah memainkan peran penting dalam memfasilitasi perjalanan bagi pengguna kursi roda dan individu lainnya dengan kebutuhan mobilitas khusus. Penganstinan telah menjadi langkah signifikan dalam mengubah lanskap urban dan memperkuat infrastruktur kota secara keseluruhan. Dengan memberikan batas yang jelas antara trotoar dan jalur lalu lintas, kanstin tidak hanya meningkatkan keamanan bagi pejalan kaki. Namun juga memberikan akses yang lebih baik bagi mereka yang membutuhkan bantuan mobilitas.

Dalam beberapa dekade terakhir, teknologi dan desain telah mengalami perkembangan pesat, membawa inovasi baru ke dunia kanstin. Material yang lebih kuat dan tahan lama telah terpasang karena manfaatnya. Hal ini bertujuan memastikan bahwa kanstin tidak hanya berfungsi dengan baik tetapi juga memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap cuaca dan keausan seiring waktu. Penggunaan kanstin tidak terbatas pada trotoar; mereka juga terpasang dalam berbagai proyek infrastruktur seperti penataan taman kota, pembatas jalan, dan pemanfaatan ruang publik lainnya. Ini menunjukkan fleksibilitas dan kegunaan yang luas dari elemen infrastruktur sederhana ini.

Memberikan Elemen Keindahan Estetika Untuk Tata Ruang Desain Kota

Selain manfaat praktisnya, kanstin juga memberikan elemen estetika yang penting dalam desain kota. Dengan berbagai bentuk, ukuran, dan warna yang tersedia, kanstin dapat terpasang untuk meningkatkan penampilan visual kota sambil tetap menjaga fungsi dan keamanan. Meskipun peran kanstin dalam infrastruktur kota seringkali dianggap sepele, dampaknya yang sebenarnya sangatlah besar. Mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jaringan jalan dan trotoar yang membentuk inti kehidupan perkotaan modern.

Tantangan masa depan untuk penggunaan kanstin termasuk pemeliharaan yang tepat dan inovasi dalam desain untuk memastikan bahwa mereka terus berfungsi secara efektif dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dengan populasi kota yang terus meningkat dan tuntutan akan ruang publik yang lebih fungsional dan estetis, kanstin akan tetap menjadi komponen penting dari infrastruktur perkotaan pada masa mendatang. Untuk itu, sejarah perjalanan penggunaan kanstin dari masa lalu yang sederhana hingga menjadi elemen kritis dalam desain kota modern adalah cerminan dari bagaimana inovasi sederhana dapat memiliki dampak yang luas dan signifikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan terus mengembangkan konsep ini, kita dapat memastikan bahwa kota-kota kita tetap berfungsi dengan baik dan dapat menjadi fasilitas untuk semua orang, tanpa terkecuali.

Salah Satu Tokoh Sejarah Perjalanan Penggunaan Kanstin

Jack Fisher dari Kalamazoo adalah salah seorang veteran yang pada tahun 1945, beliau adalah penyandang disabilitas dan juga pengacara. Dia adalah satu orang yang memperjuangkan akses publik untuk para penyandang disabilitas terutara untuk para veteran perang yang ingin menggunakan prasanarana trotoar. Dengan demikian dia juga yang berjuang agar setiap orang yang memiliki keterbatasan bisa turut menggunakan akses tersebut. Hingga akhirnya fasilitas untuk para penyandang disabilitas di amerika bisa menikmati nya sampai sekarang.

Sumber https://americanhistory.si.edu

Sebagai salah satu tokoh sejarah perjalanan penggunaan kanstin, terutama untuk penyandang disabilitas. Akhirnya nama beliau terus diingat dan menjadi salah satu orang penting dalam perjalanan material ini. Hingga sekarang perkembangan kantsin atau curb ini terus berlanjut hingga adanya tegel disabilitas yang juga menjadi salah satu material tambahan untuk para disabitilas.

Sumber : https://americanhistory.si.edu/explore/stories/smashing-barriers-access-disability-activism-and-curb-cuts